Oleh: cimuu | Desember 13, 2009

Sisi Positif Internet dan Facebook…

Internet saat ini merupakan tehnologi yang mau atau tidak mau harus kita terima. Positif atau negatif dampaknya, tergantung dari kita yang memanfaatkan tehnologi tersebut. Saya sendiri mendapatkan banyak manfaat dari koneksi internet, yakni menemukan kembali teman-teman yang tak berkabar selama hampir dua puluh lima tahun.

Hari Lebaran kemarin merupakan hari yang membahagiakan bagi keluarga kami. Betapa tidak, teman yang hampir dua puluh lima tahun berpisah berkunjung untuk berlebaran di rumahku. Perjumpaan dengan pak Agus ini awalnya hanya kebetulan saja, yaitu lewat Facebook yang saat ini sedang ramai dikunjungi para pemilik ponsel ataupun para blogger.

Saya mengenal internet kurang lebih baru sebulan. Bagi kami yang tinggal di desa terpencil, internet merupakan barang baru dan mahal, sehingga pengguna internetpun bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan mereka berinternet waktunyapun tidak banyak, karena masalah biaya yang lumayan mahal. Namun sayalah orang yang paling beruntung, meskipun di pedesaan saya telah menikmati internet 24 jam seharinya dalam jangka waktu 30 hari, tarifnya`pun tergolong murah karena tidak lebih dari 500 rupiah perjamnya.

Iseng-iseng saya mencoba masuk ke situs Facebook, dan mencoba-coba mencari teman dengan mengandalkan memori yang telah lebih dari 25 tahun tersimpan. Dengan menggunakan bantuan si mesin pencari mbah google saya klik nama satu teman saya di SMA dulu yang agak menonjol prestasinya karena menurut kabar dari teman lainnya si dia ini disekolahkan pak BJ Habibie (waktu itu Menristek) lewat BPPT ke Jepang. Ahamdulillah sekali klik saja sudah ketemu nama yang saya cari hampir dua puluh lima tahun yang tidak lain adalah pak Agus tamu istimewaku hari ini. Dari Facebook itulah akhirnya kita bertemu juga teman-teman lainnya dam yang menghebohkan mereka bertempat tinggal yang berpencar-pencar dan profesinyapun beragam.

Kembali pada pak Agus yang alumni Jepang tulen tersebut, mengapa saya katakana tulen karena pendidikan yang ia raih dari S1 dari Saga University, Science & Engineering, Information Science, 1990.04-1994.03., S2, Japan Advanced Institute of Science & Technology (JAIST), Tachikawa Japan, Information Management, 1994.04-1995.03, 1996.10-1998.03.dan S3, the University of Electro-Communications (UEC), Tokyo Japan, Information Management, 2001.04-2005.03. Dan yang lebih membanggakan ketiga-tiganya bea siswa alias gratis tis tis alias tidak mengeluarkan biaya. Sungguh luar biasa menurut saya.

Dia bercerita di Jepang sana selain belajar dia juga memboyong keluarganya, sehingga sehabis nikah istri tercintanya pun dibawa ke negeri matahari terbit itu. Dan hasilnya selain ilmu yang ia dapatkan, juga tiga dari empat anaknya sekarang lahir di sana. Oleh karena itu dengan berseloroh saya bilang, “Pak, tiga anak pak Agus juga Made In Japan ya? kataku. Dia dan istrinya hanya tersenyum simpul saja. Ketika ditanya pekerjaan Pak Agus mengatakan kini dia bekerja di kantor Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (Serpong). Dan bila ada waktu luang saya sekeluarga dipersilahkan mampir ke rumahnya.

Di rumah saya yang sederhana Pak Agus yang asli Demak, istri dan keempat anak aku jamu seadanya, panganan ala lebaran dalam toples-toples kecil dan seteko sirup jeruk aku hidangkan. Untuk makannya aku siapkan menu masakan desa; nasi, beserta lauknya berupa udang dan tempe goreng tak lupa juga sambal kecap sebagai temannya. Meskipun tidak begitu lahap makannya, namun kami sekeluarga merasa gembira, karena apa yang kami hidangkan dapat memuaskan hati mereka. Hanya itulah yang bisa kami lakukan untuk menjamu tamu istimewa saya di hari lebaran tahun ini.

Ketika mau pamitan pulang dengan berbisik-bisik dia berkata padaku “Pak Muin doakan ya tahun 2014 nanti bisa diangkat jadi Menteri,” katanya dengan singkat. Dengan spontan aku jawab, “insya Allah, amin ya robbal alamin.” Karena aku tahu itu jabatan yang mulia dan dia mampu menjalankan dengan intelektualitasnya dan juga perjuangannya dengan hampir 20 tahun meninggalkan tanah air untuk menimba ilmu demi bangsa dan negara.

Begitulah sekelumit cerita dari kunjungan Calon Menteri 2014 di rumah saya, sekaligus mencairkan kerinduanku padanya setelah hampir dua puluh lima tahun berpisah. Dan semua nostalgia ini terjadi melalui perangkat Facebook dan internet.

About these ads

Responses

  1. iyaaa asal di pakai dengan benar


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: